Tokoh-tokoh Penyandang Cacat Berprestasi

TAHUKAH KAMU, TOKOH-TOKOH PENYANDANG CACAT YANG TERKENAL DENGAN KARYA DAN PRESTASINYA DIDUNIA???

Teman-teman apakah seseorang yang memiliki keterbatasan fisik, maka terbatas pula perolehan suksesnya? pasti teman-teman tahu jawabannya: Tidak! Fakta membuktikan banyak orang penyandang cacat fisik, tapi mereka memiliki karya yang luar biasa. Nah, maka dari itu kita memperkenalkan tokoh-tokoh penyandang cacat yang terkenal dengan karya-karyanya dan prestasinya.
Biasanya orang berpikir bahwa cacat atau ketidaksempurnaan indra menjadi alasan yang menghambat kreasi, khususnya dalam dunia musik. Siapa yang menyangka bahwa orang buta bisa dengan lihainya memainkan alat musik, atau siapa yang mengira bahwa seorang dengan keterbatasan pendengaran bisa bernyanyi-nyanyi seolah-olah orang tidak tau apa kekurangannya. Namun ada beberapa musisi yang berhasil mematahkan mitos bahwa orang dengan keterkurangan fisik atau indra justru malah membuat karya yang melambung. Berikut 5 musisi tersebut dan penyandang cacat berprestasi lainnya:

1. Brian Wilson

 

Brian Wilson, Salah satu anggota dari Band The Beach Boys. Dia adalah penulis lagu yang handal untuk band tersebut. Namun tidak ada yang menyangka bahwa sebenarnya dia memiliki sebuah kekurangan. Beliau memiliki masalah dalam pendengaranya, meskipun tidak sepenuhnya tuli. Telinga kananya tidak berfungsi dengan baik. Menurut pemaparanya, hal itu terjadi ketika masih kecil ayahnya pernah memukul kepalanya dengan sesuatu benda. Hal itu tidak membuat dia berhenti berkarya dalam bermusik, bahkan sampai sekarang karyanya masih banyak disukai. Termasuk saya pribadi.
2. Tonny Iommy


Tonny Iommy, gitaris band Black Sabbath. Secara logika, gitaris harus memiliki jari-jari yang sempurna untuk memainkan nada di fret-fretnya. Namun semua pandangan dirubah oleh Tonny Iommy. Dia adalah seorang gitaris yang memiliki kekurangan pada jarinya. Pada usia 17 tahun, dalam sebuah kecelakaan pabrik industri tommy kehilangan ujung jari tengahnya. Untuk mengatasi kekuranganya tersebut, tommy membuat sebuah 'jari palsu' pada tanganya. Dia melelehkan botol plastik untuk dibentuk dan dipasang di jari jarinya untuk kemudian ditutup dengan kulit, sehingga pada akhirnya dia masih bisa terus memainkan nada nada indah melalui jari-jarinya itu. Sebuah tips menarik juga nih buat para gitaris.

3. Rick Allen 


Mungkin kalau bukan karena kecelakaan itu, saya tidak akan seperti sekarang ini Mungkin itulah sedikit petikan dari Rick Allen, drummer Daf Leppard. Dia bergabung dengan Daf Leppard di tahun 1980. Ironisnya, di tahun 1984 dia mengalami sebuah kecelakaan mobil yang membuat ia harus kehilangan tanganya. Untuk mengatasi keterbatasan lenganya itu, Allen membuat sebuah drum kit yang dibuat khusus. Dan diapun masih terus bisa memukul drum meski dengan satu tangan.

4. Ludwig Van Beethoven


Siapa yang tak kenal dengan komposer hebat ini. Mulai dari karya karyanya di era musik klasik sampai romantik. Sayangnya, pada tahun 1870 dia sedikit-sedikit kehilangan pendengaranya sampai akhirnya tuli sepenuhnya. Untuk melanjutkan karyanya dalam bermusik. Tiap kali bermain piano, dia membuat sebuah tongkat di papan suara pianonya. Tongkat itu dia gigit, dan tiap kali tongkat itu bergetar Beethoven mampu menangkap setiap nada-nada yang keluar. Kami selalu salut terhadap segala bentuk kreativitasmu, Beethoven.

Quotes  “The barriers are not erected which can say to aspiring talents and industry, ‘Thus far and no farther.’” – Ludwig van Beethoven Beethoven
5. Stevie Wonder


Semua orang tahu bahwa Stevie Wonder adalah seorang pencipta lagu, penyanyi dan produser rekaman yang hebat. Namun, semua orang juga tahu bahwa sejak kecil Stevie terlahir buta. Meski begitu, Stevie Wonder berhasil meyakinkan seluruh dunia bahwa buta bukan satu-satunya halangan untuk berkarya.

6. Helen Keller
HELEN ADAMS adalah orang buta pertama yang berjaya menamatkan pengajian di kolej.
“Helen sentiasa diingati dalam sejarah sebagai seorang wanita yang luar biasa kerana mampu meraih kejayaan seperti manusia normal.”
DI sebuah pekan kecil di selatan Tuscumbia, Alabama, salah satu 'keajaiban dunia' telah berlaku di sana. Ia bermula pada satu hari yang cerah dalam musim bunga pada tahun 1887. Gumpalan awan putih indah menghiasi langit yang kebiruan dan kelihatan burung-burung berterbangan sambil hinggap di pokok-pokok oak dan mapel. Bunga-bunga berbagai warna berguguran ke tanah sekaligus menghiasi kawasan sekitarnya. Namun semua itu tidak dapat dilihat dan didengari oleh seorang gadis manis yang berusia tujuh tahun.
Berdiri di sebelah gadis bernama Helen Adams Keller yang buta dan pekak sepenuhnya itu, adalah seorang wanita muda, Anne Mansfield Sullivan. Sullivan kemudian mengambil air sejuk dan diletakkan ke dalam salah satu tangan gadis tersebut sambil berulang-ulang menyebut kod abjad mengandungi lima huruf secara perlahan-lahan. Keadaan itu berterusan di mana Helen dengan cermat dan teliti berusaha untuk memecahkan dunianya yang penuh kesunyian.
Tiba-tiba, satu isyarat melintas di dalam kepala Helen yang menyedari bahwa ia membawa satu makna. Dia kemudian mengetahui bahawa ejaan 'w-a-t-e-r' yang disebut oleh Sullivan ialah sesuatu yang sejuk yang mengalir di tangannya. 'Kegelapan' mula cair di pikirannya seperti ais pada bulan Maret yang penuh cerah itu. Menjelang senja, Helen telah mempelajari 30 perkataan.
Sejak itu bermulalah dunia baru Helen yang mau membuktikan keupayaan dirinya meskipun dia buta dan cacat. Bagi sesiapa yang tidak mengenali Helen, dia merupakan seorang penulis, aktivis dan pensyarah yang terkenal di Amerika Syarikat (AS). Helen juga adalah orang buta pertama yang berjaya menamatkan pengajian di kolej.


Dia sentiasa diingati dalam sejarah sebagai seorang wanita buta dan pekak yang luar biasa kerana mampu meraih kejayaan seperti manusia normal. Helen kemudian telah mendedikasikan seluruh kehidupannya untuk memperbaiki keadaan orang buta dan pekak di seluruh dunia dengan menyampaikan syarahan berbentuk motivasi.Di mana saja dia muncul, Helen berjaya membawa keberanian dan semangat baru kepada jutaan orang buta di seluruh dunia. Gurunya, Sullivan pula dikenang sebagai Miracle Worker kerana semangatnya dan usahanya.
Menyelusuri lembaran kehidupan wanita ikonik ini, Helen dilahirkan sebagai seorang kanak-kanak yang comel dan sehat pada tanggal 27 Juni 1880 di sebuah pekan kecil di Tuscumbia, Alabama. Helen merupakan anak kepala Kapten Arthur H. Keller, bekas pegawai Confederate Army dan pasangannya, Kate Adams Keller, sepupu kepada Robert E. Lee dan anak perempuan Charles W. Adams, bekas jeneral Confederate. Bagaimanapun, derita Helen bermula ketika dia berusia 19 bulan selepas diserang berbagai penyakit sehingga menyebabkan bayi comel tersebut buta dan pekak sepenuhnya.
Pada usia enam tahun, Helen diperiksa Dr. Alexander Graham Bell oleh kedua ibu bapaknya. Disebabkan itu, Helen kemudian bertemu dengan Sullivan pada 3 Maret 1887.Sullivan sejak itu mendampingi Helen setelah menyedari gadis kecil tersebut mempunyai keistimewaan tersendiri. Bertindak sebagai guru Helen, Sullivan ternyata berhasil dalam bertugas.Menjelang bulan Agustus, yaitu dalam masa enam bulan, Helen telah dapat mempelajari dan mengetahui 625 perkataan.
  FOTO kenangan Sullivan (kanan)  sewaktu mengajar Helen ketika usianya 8 tahun.

Pada tahun 1888 Helen menghadiri kelas Royal Institue For the Blind. Enam tahun kemudian, Helen dan Sullivan berhijrah ke New York bagi meneruskan sekolah di Wright-Humason School for the Deaf dan Horace Mann School for the Deaf.
Pada tahun 1896 pula, mereka kembali ke Massachusetts dan Helen memasuki The Cambridge School for Young Ladies sebelum diterima melanjutkan pengajian di Radcliffe College pada tahun 1900.
Pada usia 24 tahun, Helen berjaya menamatkan pengajiannya dari Radcliffe College pada 1904 sekali gus menjadi orang buta dan pekak pertama meraih ijazah dalam jurusan Bachelor of Arts.
Selepas menamatkan pengajiannya, Helen menjadi penceramah dan mengembara di seluruh dunia bersama Sullivan bagi memberi syarahan dan membantu golongan pekak serta buta keluar dari permasalahan mereka.
Selain itu, Helen turut menjadi penulis dan menerbitkan sebuah buku autobiografi bertajuk The Story of My Life. Secara keseluruhan, Helen telah menulis 12 buah buku sepanjang hayatnya. Antaranya bertajuk The World I Live In (1908), Out of the Dark (1913), My Religion (1927) dan Light in My Darkness.
Mengukuhkan lagi kedudukannya sebagai wanita berjaya, Helen menubuhkan Helen Keller International, sebuah pertumbuhan untuk melindungi golongan buta pada tahun 1915. Sementara pada tahun 1920, dia membantu menumbuhkan American Civil Liberties Union (ACLU).  
Bagaimanapun pada tahun 1961, Helen mengalami beberapa siri serangan strok dan ini menyebabkan dia terpaksa menghabiskan masa di rumahnya untuk berehat dan menerima perawatan. Sebagai menghargai jasa-jasanya, pada 14 September 1964 Presiden Lyndon B. Johnson telah menganugerahkan Helen, pingat Presidential Medal of Freedom, salah satu pengiktirafan tertinggi AS terhadap orang awam.
Pada 1965 pula, Helen dipilih sebagai Women's Hall of Fame di New York World's Fair. Helen telah mengabdikan seluruh kehidupannya untuk mencari dana bagi American Foundation for The Blind.
Setelah mengharungi kehidupan di dunia dengan penuh sabar dan tabah, Helen akhirnya meninggal dunia sewaktu dalam tidur pada 1 Juni 1968 di Arcan Ridge berhampiran Westport, Connecticut. Helen dikebumikan di National Cathedral di Washington bersebelahan makam guru dan teman sejatinya, Sullivan. – Agensi.

Lena Maria Klingvall adalah gadis penyandang cacat dari Swedia. Dia dilahirkan tanpa tangan, dan hanya mempunyai satu kaki. Gadis cantik kelahiran Stockholm tahun 1968 ini, belajar berenang sejak usia 3 tahun, dan pada usianya yang kedelapan belas ia menjuarai kejuaraan renang nasional di SWEDIA, meraih 3 medali emas dan menorehkan 2 rekor nasional. Prestasi gemilangnya berlanjut pada paralympic games di Seoul 1988, ia memperoleh medali emas internationalnya.

Tahun 1987 sampai 1991, ia belajar tarik suara di THE ROYAL UNIVERSITY COLLEGE OF MUSIC STOCKHOLM, sebuah sekolah musik ternama di Swedia. Keindahan suaranya membuat produsen rekaman meliriknya, dan terbitlah 14 album rekamannya.
Lena Maria telah mengadakan konser dan tour diberbagai negara seperti: AMERIKA, RUSIA, JEPANG, dan juga sempat singgah di ASIA tenggara, yaitu MALAYSIA dan SINGAPURA, dan masih banyak negara-negara lain yang disinggahinya.

Gadis luar biasa ini juga mempunyai kemampuan melukis. Karya indahnya dapat anda lihat pada situsnya
www.LenaMaria.com. Ia juga menulis dua buah otobiografi mengenai dirinya. FOOTNOTE dan HAPPY DAYS, buku yang sangat inspiratif, dan menyentuh ini meraih best seller, dan telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa, termasuk INDONESIA.Film dokumenter yang mengulas kisah hidupnya memenangkan penghargaan pertama di Swedia. Acara TV yang mengulas kehidupannya juga menjadi tontonan favorit dan meraih rating tinggi. Raja CARL GUSTAV memberinya penghargaan atas prestasi dan teladannya sebagai atlit, artis, dan juga model bagi para penyandang cacat di Swedia dan dunia.
(ian/diolah dari berbagai sumber/kosmo/korananakindonesia.wordpress.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar